
Prodi Fisika UIN Walisongo Gelar Guest Lecture Bertema Nanopartikel Magnetik
Prof. Dr. Eng. Edi Suharyadi Paparkan Potensi Besar Riset Material Magnetik Indonesia
Semarang, 11 Juni 2026 | Prodi Fisika FST UIN Walisongo

Foto bersama narasumber, pimpinan fakultas, dosen, dan peserta Guest Lecture Fisika 2026 di Teater FST Lantai 4 UIN Walisongo Semarang.
SEMARANG — Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sukses menyelenggarakan Guest Lecture bertema “Nanopartikel Magnetik: Fabrikasi dan Aplikasi” pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Teater FST Lantai 4 mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB itu menghadirkan pakar terkemuka di bidang material magnetik, Prof. Dr. Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng., dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Hamdan Hadi Kusuma, S.Pd., M.Sc., selaku Wakil Dekan I FST UIN Walisongo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Prodi Fisika atas terselenggaranya kegiatan kuliah tamu ini, sekaligus menekankan pentingnya forum akademik semacam ini sebagai sarana memperluas wawasan mahasiswa dan memperkuat budaya ilmiah di lingkungan kampus.
Dalam sesi utama, Prof. Edi Suharyadi memaparkan perkembangan riset nanopartikel magnetik, khususnya yang diproduksi melalui metode green synthesis—sebuah pendekatan ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan-bahan alami seperti ekstrak tumbuhan sebagai agen pereduksi dan penstabil dalam proses sintesis nanopartikel. Beliau menjelaskan bahwa pada skala nanometer, material magnetik menunjukkan sifat-sifat unik yang tidak dijumpai pada material berukuran mikro maupun bulk. Salah satu fenomena paling menonjol adalah superparamagnetisme, yaitu kondisi di mana nanopartikel sangat responsif terhadap medan magnet eksternal, namun tidak mempertahankan sifat kemagnetannya setelah medan magnet dihilangkan.
Lebih lanjut, narasumber menguraikan beragam aplikasi nanopartikel magnetik yang tengah dikembangkan, mulai dari fotokatalis untuk degradasi polutan, material adsorben dalam pengolahan limbah, membran nanofiber berbasis magnetik, sensor magnetik dan perangkat elektronik, hingga material multilayer berbasis Giant Magnetoresistance (GMR). Potensi penerapannya di bidang lingkungan dan energi turut menjadi sorotan dalam pemaparan tersebut.

Prof. Dr. Eng. Edi Suharyadi menyampaikan materi Guest Lecture di hadapan dosen dan mahasiswa Prodi Fisika UIN Walisongo Semarang.
Guru Besar UGM itu juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan material magnetik. Pasir besi atau pasir hitam yang tersebar luas di berbagai wilayah nusantara mengandung oksida besi tinggi yang dapat menjadi bahan baku unggulan nanopartikel magnetik. “Kita tidak perlu selalu bergantung pada prekursor dari luar negeri. Indonesia punya pasir hitam yang kaya kandungan magnetik. Tinggal bagaimana kebijakan pemerintah mendukungnya,” ujar Prof. Edi.
Sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator Sheila Rully Anggita, M.Si., berlangsung sangat interaktif. Sejumlah pertanyaan kritis dilontarkan oleh dosen dan mahasiswa, antara lain mengenai pemanfaatan nanopartikel magnetik pada membran, strategi daur ulang (reusable) material setelah digunakan sebagai fotokatalis, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam green synthesis, mekanisme perubahan sifat magnetik pada skala nano akibat fluktuasi termal, kemungkinan penerapan nanopartikel magnetik pada thin film untuk sensor, hingga kemungkinan struktur GMR lebih dari tiga lapisan. Prof. Edi merespons setiap pertanyaan dengan lugas dan mendalam, memperkaya pemahaman peserta tentang dunia riset nanomaterial.
Kegiatan Guest Lecture Fisika 2026 ini berjalan lancar dan tertib, dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta pimpinan fakultas. Panitia berharap forum ilmiah semacam ini dapat terus digelar secara rutin untuk mendorong semangat riset mahasiswa dan memperkuat jejaring akademik Prodi Fisika FST UIN Walisongo Semarang dengan para pakar di bidang sains dan teknologi.
Penulis: Istikomah | Editor: Redaksi Web FST UIN Walisongo