
Menuju Pendidikan Fisika 2045: Prodi Pendidikan Fisika UIN Walisongo Dorong Inovasi Pembelajaran Digital dan Penguatan Mutu Laboratorium

Semarang, 18 September 2026 – Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang, menyelenggarakan Guest Lecture pada Jumat (18/9/2026) sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam pengembangan pembelajaran fisika serta penguatan mutu laboratorium. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Ruang Sidang FST dan daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh 160 peserta, yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan peserta umum dari lingkungan pendidikan fisika dan fisika.
Menghadirkan dua narasumber kompeten, kegiatan ini mengangkat tema inovasi pembelajaran berbasis teknologi dan penguatan kepemimpinan laboratorium menuju 2045. Prof. Dr. Masturi, M.Si. menyampaikan materi “Physics in the Wild: Membumikan Sains Melalui Mobile Tracking dan Geotagging”, sedangkan Dr. Joko Budi Poernomo, M.Pd. membahas “Leadership 2045: Penguatan Kompetensi Kepala Laboratorium” dengan fokus pada manajemen mutu ISO 17025.
Membumikan Fisika melalui Teknologi Digital
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Masturi, M.Si. memperkenalkan pendekatan Physics in the Wild yang mengajak mahasiswa mempelajari fenomena fisika melalui lingkungan dan pengalaman sehari-hari. Pemanfaatan teknologi mobile tracking, geotagging, dan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan dekat dengan kehidupan nyata.
Melalui ekosistem pembelajaran yang melibatkan pengamat, supervisor, AI, dan pembelajar, fenomena yang ditemukan di lingkungan dapat dikembangkan menjadi kasus pembelajaran, analisis konsep, hingga asesmen interaktif. Pendekatan ini mendorong keterampilan observasi, berpikir kritis, dan penyelidikan ilmiah mahasiswa.
Penguatan Mutu Laboratorium Menuju 2045
Sementara itu, Dr. Joko Budi Poernomo, M.Pd. menekankan pentingnya kepemimpinan, kompetensi sumber daya manusia, dan sistem manajemen mutu dalam pengelolaan laboratorium. Penerapan SNI ISO/IEC 17025:2017 menjadi salah satu fokus pembahasan untuk mendukung keandalan hasil pengujian dan pengukuran.
Narasumber juga memperkenalkan konsep 5M (People, Method, Measurement, Machine, dan Material) sebagai aspek penting dalam membangun budaya mutu laboratorium yang berkelanjutan. Penguatan kompetensi kepala laboratorium tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya.
Mendorong Inovasi dan Kolaborasi Pendidikan Fisika
Sesi diskusi memperkaya pemahaman peserta mengenai pengembangan teknologi pembelajaran, termasuk Action Studio, yang diarahkan untuk meningkatkan minat dan motivasi mahasiswa dalam belajar fisika. Pemanfaatan teknologi dan AI diharapkan tidak sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga berangkat dari kebutuhan pembelajar dan tujuan pendidikan.
Dekan FST UIN Walisongo Semarang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan akademik yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Guest Lecture diharapkan turut memperkuat daya tarik program studi sains dan teknologi serta meningkatkan minat mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan kompetensi di bidangnya.
Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Fisika FST UIN Walisongo Semarang terus mendorong pengembangan ekosistem pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan masa depan. Guest Lecture menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pendidikan fisika, teknologi digital, penelitian, dan pengelolaan laboratorium dalam mewujudkan pembelajaran fisika yang bermakna menuju 2045.
Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang.