
UIN Walisongo Semarang di SMK Muhammadiyah 3 Weleri: Menyiapkan Guru Masa Depan dan Ilmuwan Teknologi dari Jalur SMK
WELERI – Tim sosialisasi dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang melakukan kunjungan strategis ke SMK Muhammadiyah 3 Weleri guna membuka cakrawala baru bagi para siswa. Agenda ini bukan sekadar sosialisasi rutin, melainkan upaya serius memutus stigma bahwa lulusan SMK tidak bisa bersaing di ranah sains dan pendidikan.

Hadir sebagai narasumber utama, Muhammad Izzatul Faqih, M.Pd. (Dosen Pendidikan Fisika), Hartono, M.Sc. (Dosen Fisika), serta didampingi oleh L. Achmad Farid, A.Md. (Pengelola Bahan Akademik dan Pengajaran) beserta perwakilan mahasiswa. Kehadiran tim ini membawa misi penting: menyiapkan bibit unggul untuk menyongsong peningkatan kebutuhan tenaga ahli dan tenaga pendidik di bidang Fisika di masa mendatang.
Membaca Peluang: Prediksi Lonjakan Kebutuhan di Era Teknologi
Dalam paparannya, Hartono, M.Sc. menyoroti adanya tren penurunan peminat Fisika di tingkat nasional yang justru berbanding terbalik dengan arah perkembangan zaman. Mengingat pesatnya kemajuan teknologi seperti energi terbarukan, material maju, dan digitalisasi, kebutuhan industri terhadap lulusan Fisika murni diprediksi akan meningkat tajam.

“Saat ini kita melihat tren peminat yang melandai, padahal masa depan teknologi sangat bergantung pada prinsip-prinsip Fisika. Ini adalah peluang emas bagi siswa SMK untuk mengisi posisi strategis di industri masa depan sebelum persaingan menjadi terlalu padat,” ujar Hartono.
Di sisi lain, Muhammad Izzatul Faqih, M.Pd. memaparkan analisis mengenai sektor pendidikan. Ia memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, kebutuhan akan guru Fisika yang kompeten akan meningkat.

“Melihat tren penurunan jumlah lulusan Pendidikan Fisika saat ini, kita bisa memproyeksikan akan ada ruang luas bagi para pengajar baru di masa depan. Lulusan SMK yang memilih jalur pendidikan fisika akan memiliki keunggulan karena mereka memahami aspek teknis sekaligus mampu mengajarkannya dengan sangat baik,” jelas Izzatul Faqih.
Strategi SMK: Menggabungkan Ketrampilan Teknis dengan Inovasi
Kunjungan ke SMK Muhammadiyah 3 Weleri ini menjadi langkah strategis untuk menjembatani dunia kerja dan akademisi. Tim UIN Walisongo melihat potensi besar pada keterampilan praktis siswa SMK yang menjadi modal kuat untuk melanjutkan studi di bidang sains.
“Siswa SMK memiliki keunggulan pada aspek hands-on atau keterampilan teknis. Jika modal ini diperkuat dengan pendalaman teori di Prodi Fisika atau Pendidikan Fisika UIN Walisongo, mereka akan bertransformasi menjadi tenaga ahli yang sangat kompetitif di bursa kerja masa depan,” tambah Hartono, M.Sc.
Sosialisasi ini berhasil mengubah perspektif siswa SMK Muhammadiyah 3 Weleri yang awalnya merasa jalur kuliah sains hanya diperuntukkan bagi lulusan SMA IPA. Sesi tanya jawab berlangsung dinamis, membahas seputar prospek karier, akses beasiswa, hingga pengalaman kuliah yang inspiratif dari mahasiswa UIN.
L. Achmad Farid, A.Md., selaku pengelola akademik, turut memberikan penjelasan detail mengenai kemudahan akses informasi pendaftaran serta dukungan fasilitas laboratorium modern yang dimiliki FST UIN Walisongo untuk mendukung bakat teknis siswa.

Salah seorang siswa mengakui bahwa sosialisasi ini memberinya pandangan baru tentang masa depan. “Ternyata latar belakang SMK saya bisa menjadi nilai tambah jika lanjut ke Pendidikan Fisika. Saya jadi melihat ada peluang besar untuk menjadi ahli teknologi sekaligus pendidik di masa depan,” ungkapnya optimis.
Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi siswa SMK untuk tidak ragu melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, guna menyambut peran sebagai inovator teknologi maupun pendidik profesional yang akan datang.

Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk pengembangan karier siswa. Guru Bimbingan Konseling (BK) SMK Muhammadiyah 3 Weleri menyatakan bahwa sosialisasi ini sangat membantu membuka mata siswa bahwa pilihan kuliah di bidang eksakta seperti Fisika bukanlah hal yang mustahil bagi lulusan SMK, melainkan sebuah kelanjutan linear yang sangat menjanjikan.