
Tindak Lanjut Kerja Sama dan Diseminasi Produk Penelitian Prodi Pendidikan Fisika Universitas Siliwangi dan UIN Walisongo Semarang
Kegiatan Tindak Lanjut Kerja Sama dan Diseminasi Produk Penelitian antara Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Siliwangi dan Program Studi Pendidikan Fisika UIN Walisongo Semarang telah dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan tridharma perguruan tinggi. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang, Dr. Atik Rahmawati, M.Si., yang menyampaikan sambutan silaturahmi, apresiasi terhadap keberlanjutan kerja sama, serta dorongan untuk mengembangkan kolaborasi riset antara kedua institusi.


Dalam sambutannya, perwakilan dari Universitas Siliwangi, Eko Sujarwanto, M.Pd. selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Fisika, menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang baik dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang. Beliau juga mengajukan penguatan kerja sama melalui kegiatan diseminasi penelitian serta menyampaikan permohonan pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Universitas Siliwangi di Laboratorium Terpadu FST UIN Walisongo Semarang sebagai bentuk kolaborasi akademik yang berkelanjutan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diseminasi produk penelitian yang menghadirkan tiga narasumber. Dr. Irwan Muhammad Ridwan, M.Pd. memaparkan materi terkait pemanfaatan energi terbarukan dalam perkuliahan IPBA menggunakan model ELiCT yang berorientasi pada peningkatan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kesadaran keberlanjutan mahasiswa. Selanjutnya, Herni Yuniarti, M.Pd. menyampaikan pengembangan instrumen Critical Thinking Test (CT Test) pada mata kuliah Fisika Dasar. Narasumber ketiga, Heni Sumarti, M.Si., mempresentasikan hasil pengembangan AL-YUSVID (Al Yusru Integrated Vital Signs Detection) sebagai sistem pemantau tanda-tanda vital berbasis Al Yusru.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung secara aktif dan konstruktif. Beberapa isu strategis yang dibahas meliputi pengembangan kekhasan materi IPBA yang disesuaikan dengan visi keilmuan dan visi misi universitas, proses pembelajaran di kelas hingga menghasilkan prototipe produk penelitian, pengujian instrumen berpikir kritis kepada mahasiswa, serta integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) dalam visi keilmuan dan program studi. Diskusi ini menjadi ruang pertukaran gagasan yang memperkaya perspektif kedua institusi, dengan pembahasan lanjutan dipimpin oleh tim dari Universitas Siliwangi.


Secara keseluruhan, kegiatan tindak lanjut kerja sama dan diseminasi produk penelitian ini berjalan dengan baik dan efektif dalam memperkuat kolaborasi tridharma perguruan tinggi antara kedua program studi. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan pemanfaatan hasil penelitian, perluasan jejaring akademik, serta membuka peluang pengembangan riset dan publikasi bersama yang berkelanjutan. Ke depan, diperlukan tindak lanjut teknis berupa perumusan agenda riset bersama dan penjadwalan kegiatan lanjutan agar implementasi kerja sama dapat lebih terukur, sistematis, dan berdampak jangka panjang.