Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang Gelar INSETMod-CT Training, Latih Calon Guru Fisika UTM Rancang Pembelajaran Kreatif Berbantuan AI

Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang Gelar INSETMod-CT Training, Latih Calon Guru Fisika UTM Rancang Pembelajaran Kreatif Berbantuan AI

Semarang – Dalam upaya memperkuat kolaborasi akademik internasional dan meningkatkan kompetensi calon guru dalam merancang pembelajaran inovatif, Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan INSETMod-CT Training on AI-Assisted Creative Instructional Design for Prospective Teachers. Kegiatan pelatihan ini ditujukan kepada mahasiswa calon guru Pendidikan Fisika dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 8–9 Oktober 2026, dengan total durasi pelatihan selama 10 jam.

Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang Gelar INSETMod-CT Training, Latih Calon Guru Fisika UTM Rancang Pembelajaran Kreatif Berbantuan AI

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat berskala internasional yang dilaksanakan oleh Dr. Andi Fadllan, S.Si., M.Sc. dan Hartono, M.Sc., dari Program Studi Pendidikan Fisika, FST, UIN Walisongo Semarang. Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali calon guru dengan wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai pendukung kreativitas dalam merancang pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Dalam kunjungan tersebut, tim pelaksana berdiskusi dengan kolaborator, Dr. Marlina binti Ali, Senior Lecturer pada Department of Innovative Science and Mathematics Educational (ISME), Faculty of Educational Sciences and Technology (FEST), UTM. Diskusi ini menjadi langkah awal untuk membangun pemahaman bersama mengenai kondisi, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi calon guru dalam mempersiapkan pembelajaran di era digital. Hasil diskusi tersebut menjadi landasan dalam merancang pelatihan agar relevan dengan kebutuhan peserta dan konteks pendidikan di Malaysia.

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang, Dr. Edi Daenuri Anwar, M.Si. Pembukaan ini menandai komitmen Program Studi Pendidikan Fisika dalam mendukung pengembangan kompetensi calon guru melalui kegiatan akademik dan pengabdian internasional yang melibatkan kolaborasi lintas negara.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi AI, tetapi juga pada penerapannya untuk mendukung desain instruksional atau perancangan pembelajaran. Peserta diarahkan untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam mengembangkan ide pembelajaran, menyusun aktivitas belajar yang kreatif, serta merancang pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Dengan pendekatan ini, AI diposisikan sebagai alat bantu bagi guru untuk memperluas gagasan, mengeksplorasi berbagai alternatif strategi pembelajaran, dan meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru dalam mengambil keputusan pedagogis.

Perkembangan AI yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Teknologi ini mampu membantu guru menyusun materi ajar, mengembangkan media pembelajaran, merancang soal evaluasi, memberikan alternatif penjelasan terhadap konsep yang kompleks, hingga menghasilkan berbagai ide kreatif untuk mendukung proses belajar. Pemanfaatan AI secara tepat dapat membantu guru bekerja lebih efektif, mengurangi sebagian beban administratif, dan menyediakan lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan peserta didik. Namun, kemampuan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman pedagogis, literasi digital, serta kesadaran etis dalam penggunaannya.

Di tengah kemajuan AI, guru tetap memiliki posisi yang tidak tergantikan dalam proses pendidikan. Pembelajaran bukan sekadar proses menyampaikan informasi atau menemukan jawaban yang benar, melainkan juga proses membangun karakter, menumbuhkan motivasi, mengembangkan sikap kritis, dan membimbing peserta didik dalam memahami nilai-nilai kehidupan. AI dapat menghasilkan jawaban dan memberikan rekomendasi, tetapi guru memiliki tanggung jawab untuk memahami kebutuhan individual siswa, membangun hubungan manusiawi, memberikan keteladanan, serta mempertimbangkan aspek sosial, emosional, moral, dan etis dalam pembelajaran.

Oleh karena itu, tantangan bagi calon guru saat ini bukan sekadar mampu menggunakan AI, melainkan mampu menempatkan teknologi tersebut secara tepat dalam proses pembelajaran. Guru masa depan perlu memiliki kemampuan untuk mengevaluasi keluaran AI, memverifikasi kebenaran informasi, mengidentifikasi potensi bias, serta memastikan bahwa penggunaan teknologi tetap berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan peserta didik. Dalam konteks ini, kreativitas, empati, pertimbangan pedagogis, dan tanggung jawab profesional guru menjadi semakin penting. AI seharusnya memperkuat kapasitas guru dalam mendidik, bukan mengambil alih tanggung jawabnya.

Salah satu aspek inovatif dalam kegiatan ini adalah penggunaan worksheet atau lembar kerja berbasis web yang dikembangkan untuk mendukung proses pelatihan jarak jauh. Melalui platform tersebut, peserta dapat mengikuti instruksi, mengerjakan aktivitas pelatihan, dan mengembangkan rancangan pembelajaran secara terstruktur. Penggunaan worksheet berbasis web juga memungkinkan fasilitator memantau proses kerja peserta secara langsung serta memberikan arahan dan umpan balik selama kegiatan berlangsung.

Pemanfaatan platform ini menjadikan pelatihan daring lebih interaktif dan terarah. Meskipun fasilitator dan peserta berada di negara yang berbeda, proses pembelajaran tetap dapat berlangsung secara kolaboratif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan praktik sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam memanfaatkan AI untuk merancang pembelajaran kreatif.

Pelaksanaan selama dua hari dengan total 10 jam memberikan ruang bagi peserta untuk mempelajari konsep, mengeksplorasi teknologi, dan mempraktikkan penyusunan desain pembelajaran berbantuan AI. Pendekatan yang memadukan pelatihan langsung, aktivitas berbasis web, dan pendampingan interaktif ini diharapkan dapat membantu calon guru mengembangkan kompetensi pedagogis sekaligus kesiapan menghadapi transformasi digital dalam dunia pendidikan.

Melalui kegiatan INSETMod-CT Training ini, Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas calon pendidik. Kerja sama dengan UTM diharapkan dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan inovasi pembelajaran, serta pelaksanaan program kolaboratif berkelanjutan di bidang pendidikan sains dan pendidikan guru.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital secara kreatif dan bertanggung jawab. Dengan membekali calon guru kemampuan merancang pembelajaran berbantuan AI sekaligus memahami peran strategis guru dalam pendidikan, program ini diharapkan dapat mendukung lahirnya pendidik yang adaptif, inovatif, kritis, dan humanis. Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan di era AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam menjadikan teknologi sebagai sarana untuk memanusiakan manusia dan menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi generasi masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *