Magister Pendidikan Fisika UAD berkolaborasi dengan UIN Walisongo Semarang dalam Webinar Pendidikan Fisika
Sabtu, 5 September 2026
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. M. Toifur, M.Si., secara resmi membuka kegiatan Webinar Pendidikan Fisika yang diselenggarakan melalui kolaborasi Program Studi Pendidikan Fisika FST UIN Walisongo Semarang dan Magister Pendidikan Fisika UAD. Dalam sambutannya, Dr. M. Toifur menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), dalam pengembangan pembelajaran Fisika di era digital. Menurutnya, kehadiran teknologi tidak semestinya hanya dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi perlu diintegrasikan secara bermakna untuk mendorong proses belajar yang kontekstual, kreatif, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Ia berharap para guru Fisika dapat mengembangkan pembelajaran yang berangkat dari fenomena dan kejadian nyata di lingkungan sekitar, kemudian mengarahkan peserta didik untuk menggunakan konsep-konsep Fisika dalam memahami serta memecahkan berbagai permasalahan nyata. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan pembelajaran Fisika lebih dekat dengan kehidupan sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan literasi teknologi peserta didik.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Fisika FST UIN Walisongo Semarang, Dr. Edi Daenuri Anwar, M.Si., menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat atas terselenggaranya Webinar Pendidikan Fisika sebagai tindak lanjut kerja sama antara Program Studi Pendidikan Fisika FST UIN Walisongo Semarang dan Magister Pendidikan Fisika UAD. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik, berbagi gagasan, serta menghadirkan inovasi dalam pendidikan Fisika yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran masa kini. Melalui kegiatan tersebut, kedua program studi diharapkan dapat terus membangun sinergi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas ruang kolaborasi bagi dosen, mahasiswa, dan guru Fisika. Webinar ini menjadi momentum penting untuk bersama-sama mendorong lahirnya praktik pembelajaran Fisika yang inovatif, berbasis teknologi, kontekstual, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.
Webinar kolaborasi ini menghadirkan Dr. H. Andi Fadllan, M.Sc., dari Program Studi Pendidikan Fisika FST UIN Walisongo Semarang sebagai narasumber pertama dengan mengangkat tema “Transformasi Pembelajaran Fisika di Era AI: Dari Masalah menuju Solusi Kreatif.” Dalam paparannya, Dr. Andi Fadllan mengajak peserta merefleksikan bagaimana pembelajaran Fisika perlu beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI). Salah satu pendekatan yang ditawarkan adalah AI-Supported Scientific Creative Problem Solving (AI-Supported Sci-CPS) dan Human-AI Creative Problem Solving (Human-AI CPS), yaitu pemanfaatan AI sebagai mitra pendukung dalam proses scientific creative problem solving. Melalui pendekatan tersebut, AI tidak ditempatkan sebagai pengganti peran guru maupun peserta didik, melainkan sebagai teknologi yang membantu mengeksplorasi berbagai alternatif, mengembangkan ide kreatif, menganalisis permasalahan, dan merumuskan solusi berbasis konsep serta proses ilmiah. Dengan demikian, pembelajaran Fisika di era AI diharapkan semakin kontekstual, kreatif, kolaboratif, dan mampu membekali peserta didik dengan keterampilan memecahkan persoalan nyata secara inovatif.
Narasumber kedua, Eko Nursulistiyo, M.Pd., dari Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD), turut memperkaya Webinar Pendidikan Fisika dengan menghadirkan tema “Fun Physics Coding: Membangun Simulasi Fisika Berbasis Scratch.” Dalam sesi ini, peserta diajak mengenal potensi coding sebagai sarana inovatif untuk membuat pembelajaran Fisika menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Melalui platform Scratch, konsep-konsep Fisika dapat divisualisasikan dalam bentuk simulasi yang memungkinkan peserta didik tidak hanya mengamati fenomena, tetapi juga mengeksplorasi hubungan antarvariabel dan menguji berbagai skenario secara langsung. Pendekatan Fun Physics Coding menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang memadukan pemahaman konsep Fisika dengan keterampilan berpikir komputasional dan kreativitas, sehingga peserta didik dapat belajar melalui proses mencoba, menemukan, dan memecahkan masalah. Kehadiran sesi ini semakin menegaskan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran Fisika bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi menjadi peluang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital.
Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Fisika FST UIN Walisongo Semarang dan Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan Fisika yang inovatif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Kerja sama ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik antara dosen serta mahasiswa, tetapi juga diharapkan dapat berkembang melalui kolaborasi penelitian, pengembangan inovasi pembelajaran, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kompetensi guru dan calon guru Fisika. Ke depan, sinergi kedua program studi diharapkan semakin luas dan berkelanjutan sehingga mampu melahirkan berbagai gagasan dan solusi kreatif untuk menjawab tantangan pendidikan Fisika di era Artificial Intelligence (AI), sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan Fisika di Indonesia.